Tes Kemampuan Akademik (TKA) dilatarbelakangi oleh kebutuhan adanya pelaporan capaian akademik individu murid dari penilaian yang terstandar. Tidak tersedianya laporan capaian akademik individu dari penilaian terstandar pada beberapa tahun terakhir menimbulkan beberapa permasalahan. Permasalahan muncul terutama pada situasi ketika perbandingan capaian akademik murid yang berasal satuan pendidikan dilakukan, seperti pada proses seleksi. Pada situasi seleksi yang didasarkan pada data dari hasil penilaian masing-masing satuan pendidikan misalnya data rapor, menimbulkan masalah dalam hal objektivitas dan keadilan.
Tujuan dan Karakteristik :
• Tidak Menentukan Kelulusan: Hasil TKA tidak dipakai sebagai syarat kelulusan dari satuan pendidikan.
• Bersifat Sukarela/Tidak Wajib: Siswa tidak diwajibkan mengikuti TKA secara paksa, sehingga pelaksanaannya bebas dari tekanan berlebihan.
• Pengukuran Objektif: Menyediakan data pembanding yang adil dan terstandar antar-sekolah atau antar-wilayah.
• Biaya Ditanggung Pemerintah: Diselenggarakan tanpa pungutan biaya bagi peserta didik.
Kegunaan dan Manfaat Hasil TKA :
• Validator Nilai Rapor: Menjadi bahan pertimbangan pendukung yang objektif dalam jalur seleksi seperti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
• Syarat Seleksi Lanjutan: Nilai atau Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) dapat dipertimbangkan untuk seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya atau jalur mandiri perguruan tinggi.
• Penyetaraan Jalur Pendidikan: Membantu menyetarakan hasil belajar antara pendidikan formal, nonformal, dan informal.
• Evaluasi Diri: Membantu siswa mengetahui kekuatan dan kelemahan akademik mereka secara terukur.
Pada tanggal 23 September 2026 SMK Terpadu Al Hasan melaksanakan Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dilaksanakan di Laboratorium Komputer yang beralamat di Kampus 2 Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Al Hasan Ciamis. Peserta TKA diikuti oleh 29 orang siswa dari kedua Jurusan, yaitu Jurusan Produksi Film dan Desain Komunikasi Visual (DKV).
Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 diselenggarakan oleh Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) sebagai sarana latihan dan uji coba sistem sebelum pelaksanaan tes resmi. Karena sifatnya sebagai uji coba, hasil atau nilai dari simulasi ini tidak memengaruhi kelulusan maupun nilai akhir siswa.
Secara umum, kegunaan adanya simulasi TKA 2026 dibagi menjadi dua sudut pandang:
Bagi Peserta Didik (Siswa)
• Adaptasi Sistem Ujian: Melatih siswa mengenali tampilan sistem computer-based test (CBT), aplikasi ujian (seperti Exambro Client), alur login, dan penggunaan token agar tidak bingung saat tes utama.
• Mengenali Model Soal: Memberikan gambaran nyata mengenai format, karakteristik, serta tingkat kesulitan soal TKA 2026 resmi.
• Manajemen Waktu: Membantu siswa mengukur kecepatan dalam memahami instrumen tes dan menyelesaikan soal dalam batas waktu yang ditentukan.
• Mengurangi Kecemasan: Membangun rasa percaya diri dan kesiapan mental siswa sehingga terhindar dari tekanan atau demam panggung saat pelaksanaan TKA utama.
Bagi Satuan Pendidikan (Sekolah & Panitia)
• Uji Kesiapan Infrastruktur: Memastikan keandalan perangkat laboratorium komputer sekolah, kestabilan jaringan internet, dan performa server lokal saat diakses secara bersamaan.
• Kesiapan Teknisi dan Proktor: Melatih proktor dan teknisi sekolah agar terbiasa mengoperasikan aplikasi Proktor Browser, mengelola data peserta, merilis token, serta mengatasi kendala teknis (seperti reset ujian akibat gangguan sistem).
• Mitigasi Masalah (Troubleshooting): Mengidentifikasi kelemahan sistem atau bug sejak dini sehingga panitia dapat melakukan perbaikan alur pelaksanaan demi kelancaran hari H.
Pelaksanaan simulasi dan gladi bersih ini dijadwalkan secara bertahap sepanjang tahun 2026 berdasarkan jenjang pendidikan masing-masing siswa (SD, SMP, dan SMA/SMK).